Bikin Merinding, Honda Beat ini Diserbu Lalat di Kintanami

Bikin Merinding, Honda Beat ini Diserbu Lalat di Kintanami

VIral disalah satu unit Honda Beat ini dikerumini lalat. Seranggga itu telah diketahui  menyerbu sebuah wilayah kota Kecamatan  Kintanami, Kabupaten Bangli dan sekitarnya. Dari video tersebut bikin merinding. Video yang beredar di media sosial, satu unit motor Honda beat  nampak dilihat dan di serbu oleh lalat.  Dimulai dadri speedometer, jok, area depan dan sehingga di belakanag motor juga di serbui oleh  lalat. Dan lantas mengapa banyak lalat yang menempel di motor tersebut.

Video tersebut dikutip dari detikbali. Dan Akademisi Fakulitasa Pertanian Universitas Udayana dan I putu Sudiarta mengatakan. Dari Fenomena terjadinya serbuan l alat itu terjadi karena adanya  habitat. Dan kotoran  ayam itu lazim digunakan sebagai pupuk kandang di sana.  Nah dan terkait dengan fenomena yang ada di Bangli. Dan itu kalau  kita lihat dari segi ilmiah tentu  itu adalah habitat lalat. Di mana habitatnya itu adalaha kotoran ayam.

Viral Segeromboolan Lalat Ini Menempel Di Honda Beat

Para petani kemudian mendatangkan pupuk dengan kotoran ayam ini dalam jumlah besar dan bisa mencapai berton-ton. Pupuk yang masih mentah dand berisi jutaan telur yang berubah menjadi. Larva,pupa, dan tumbuh menjadi lalat dewasa dan menyerang kawasan Kintanami. Nah dan itulah jadi tempat tinggalnya para lalat. Dan pengalaman serupa pernah dirasakan oleh Sudiarta di kawasan Bedugul, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tanaban.

Sudiarta  mengaku ini cukup sering menggunakan kotoran ayam  dijadikan sebagai pupuk  untuk budidaya tanaman yang ia miliki. Sudiarta mengatakan lalat adalah serangga yang mempunyai kehidupan metamorfosis sempurna. Dan lalat betina awalnya bertelur dan  telurnya ini berubah menjadi larva kedewasaan. Dengan adanya habitat yang pas, kemudian lingkungan yang  pas. Sumber hidup yang sangat pas sehingga itulah terjadi fenomena menimbulkan populasi lalat meningkat.

 

Baca Di Sini… TNI Terbitkan Surat Telegram Cegah Penyebaran Covid-19